Pages

Thursday, 24 May 2012

Masa Dewasa Perkembangan Peserta Didik


http://www.transcend.co.za/export/sites/transcend/images/main/children-growing-up-africa.jpg
MASA DEWASA

PEMBAGIAN MASA DEWASA
  •   Dewasa Awal              [ 18-40 tahun]
  • Dewasa Madya           [ 41-60 tahun]
  •  Dewasa Akhir             [ di atas 60 tahun]

BATASAN MEMASUKI MASA DEWASA
  •  SEGI HUKUM, bila orang dewasa itu telah dapat dituntut tanggung jawabnya atas perbuatannya
  • SEGI PENDIDIKAN, bila mencapai kemasakan kognitif, afektif, dan psikomotorik sebagai hasil ajar atau latihan
  • SEGI BIOLOGIS, bila diartikan suatu keadaan pertumbuhan dalam ukuran tubuh dan mencapai kekuatan maksimal serta siap berproduksi
  • SEGI PSIKOLOGIS, bila ditinjau dari status keadaan dewasa telah mengalami kematangan

CIRI KHAS PERKEMBANGAN DEWASA DINI

  •   Usia reproduktif
            Masa siap menajdi orang tua dan mengasuh anak
  •   Usia memantapkan letak kedudukan dalam pola hidup
            Misal dalam dunia kerja, perkawinan dan memainkan peran sebagai orang tua
  •  Usia banyak masalah
            Problem yang berkaitan dengan rumah tangga baru, hubungan sosial, keluarga, pekerjaan dan faktor kesempatan
  • Usia tegang dalam emosi
            Ketegangan emosi yang berkaitan dengan persoalan yang dihadapi, misal persoalan jabatan, karier, perkawinan, keuangan, hubungan sosial dsb

CIRI KHAS PERKEMBANGAN DEWASA MADYA

  •  Masa yang ditakuti
            Adanya perubahan yang menuju kemunduran
  •  Masa transisi
            Masa dewasa merupakan transisi mengalami kemunduran.
  • Masa penyesuaian
            Adanya penyesuaian terhadap kondisi yang berubah
  •  Masa keseimbangan dan ketidakseimbangan
            Keseimbangan dialami oleh mereka yang berusia setengah umur namun masih mengalami kegoncangan dalam penyesuaian diri


TUGAS PERKEMBANGAN MASA DEWASA DINI

  1.  Memilih pasangan hidup 
  2.   Belajar hidup bersama sebagai pasangan suami isteri 
  3. Mulai hidup dalam satu keluarga, pasangan dan anak 
  4. Belajar mengasuh anak 
  5. Mengelola rumah tangga 
  6. Mulai bekerja dan membangun karir 
  7. Mulai bertangung jawab sebagai warga negara 
  8. Bergabung dengan suatu aktivitas atau perkumpulan sosial

TUGAS PERKEMBANGAN DEWASA MADYA

  1. Tugas perkembangan yang berhubungan dengan penyesuaian terhadap keadaan fisiologisnya 
  2. Tugas perkembangan yang berhubungan dengan adanya perubahan minat, berkaitan dengan aktivitas sosial, sebagai warga negara atau yang minat yang berkaitan dengan hobi 
  3. Tugas perkembangan yang berhubungan dengan penyesuaian jabatan atau pekerjaan 
  4. Tugas perkembangan yang berhubungan dengan kehidupan keluarga

PERKEMBANGAN FISIK

DEWASA DINI

  •  Puncak kemampuan fisik dicapai pada usia 18 – 30 tahun
  • Kesehatan baik
  • Perlu memperhatikan nutrisi dan pola makan, olah raga dan ketergantungan terhadap obat

DEWASA MADYA

  •  Kesehatan menjadi persoalan utama karena perubahan fisik
  • Daya akomodasi mengalami penurunan tajam pada usia 40-59 tahun
  • Aliran darah ke mata berkurang
  • Stabilitas emosi dan kepribadian berkaitan dengan penurunan kesehatan
  • Gangguan kesehatan utama adalah penyakit kardiovaskuler
  • Wanita mengalami menopause
  • Pria mengalami penurunan tingkat testosteron

PERKEMBANGAN KOGNITIF
BEBERAPA TAHAP PERKEMBANGAN KOGNITIF PADA MASA DEWASA

  1. Tahap mencari prestasi
        Terjadi pada masa dewasa awal
        Berkaitan dengan perencanaan masa depan (karir dan perolehan pengetahuan)

2. Tahap tanggung jawab
        Dimulai sejak masa dewasa awal
        Terjadi ketika keluarga sudah terbentuk

3. Tahap eksekutif
        Terjadi pada masa dewasa madya
        Individu bertanggung jawab terhadao sistem di lingkungannya terutama yang berkaitan dengan keorganisasian

4. Tahap reintegratif
        Terjadi pada masa dewasa akhir
        Individu memfokuskan pada kegiatan yang bermakna bagi dirinya


PERKEMBANGAN EMOSI, SOSIAL DAN MORAL

DEWASA DINI
  •  Perkembangan emosi, sosial dan moral pada masa dewasa dini sangat berkaitan dengan perubahan dari masa sebelumnya, yaitu masa remaja
  • Minat menjadi fokus pada masa usia dini
  • Kondisi yang mempengaruhi perubahan minat : perubahan kondisi kesehatan, perubahan status sosek, perubahan pola kehidupan, perubahan nilai, perubahan peran seks, perubahan status pernikahan, menjadi orang tua, tekanan budaya dan lingkungan
  • Masa dewasa dini merupakan masa krisis sosial
  • Krisis sosial yang terjadi dikarenakan adanya tekanan pekerjaan dan keluarga
  • Peran sosial sering terbatas, sehingga mempengaruhi persahabatan, pengelompokkan sosial serta nilai-nilai yang diberikan pada popularitas individu

DEWASA MADYA 

Perkembangan emosi, sosial dan moral pada masa ini berkaitan dengan  beberapa hal :
  •  Pernikahan dan cinta
            Individu berada masa kestabilan
  • Sindrom sarang kosong
            Terjadi karena anak-anak mulai meninggalkan orang tuanya
  • Hubungan persaudaraan dan persahabatan
            Hubungan dengan saudara dan teman meningkat
  • Pengisian waktu luang
            Individu membangun dan memenuhi aktivitas waktu luang untuk persiapan pensiun
  • Hubungan antar generasi
Keterdekatan hubungan tampak pada keterdekatan anak-anak yangb beranjak dewasa dengan orang tua

Wednesday, 23 May 2012

Fotosintesis (Praktikum)





Pada uji Ingenhousz ini bertujuan untuk mengetahui hubungan intensitas cahaya dengan laju fotosintesis. Adapun alat dan bahan yang digunakan diantaranya adalah beker gelas 1 liter, tabung reaksi, corong gelas, tanaman Hydrilla, air, dan kawat. Pada percobaan ini digunakan 5 batang tanaman Hydrilla dengan panjang yang sama. Daun-daun Hydrilla tersebut diikat menjadi satu kemudian bagian atasnya ditutup dengan tabung reaksi. Setelah rakitan alat telah siap, satu rakitan alat tersebut ditempatkan di tempat yang terkena sinar matahari sedangkan satu rakitan lagi ditempatkan di tempat yang tidak terkena sinar atau gelap. Hal ini bertujuan untuk membandingkan laju fotosintesis pada tanaman yag terkena sinar matahari dan tidak terkena sinar matahari.
           Percobaan ini dilakukan dengan memasukkan Hydrilla ke dalam gelas beaker yang dilengkapi dengan corong penutup dan tabung reaksi, kemudian memasukkan air hingga memenuhi gelas beaker dan tabung reaksi, hal ini dimaksudkan agar tidak ada gelembung dari luar yang dapat mempengaruhi jumlah gelembung yang nantinya akan dihitung. Dalam hal ini praktikan membuat dua perlakuan berbeda yaitu meletakkan gelas beaker berisi air dan Hydrilla pada dua tempat yang berbeda. Gelas beaker pertama diletakkan di tempat yang terkena sinar matahari, sedangkan gelas beaker kedua diletakkan di tempat yang tidak terkena sinar matahari atau gelap. Hal ini bertujuan untuk membandingkan laju fotosintesis pada kedua tempat tersebut.
Adapun variabel pada percobaan ini antara lain:
Variabel bebas             : tempat meletakkan Hydrilla
Variabel kontrol          : volume air pada gelas beaker, jenis Hydrilla,  ukuran Hydrilla
Variabel terikat            : banyaknya gelembung udara



Kelompok
Terkena sinar matahari
Kurang terkena sinar matahari
7mnt pertama
7mnt kedua
7mnt ketiga
7mnt keempat
7mnt pertama
7mnt kedua
7mnt ketiga
7mnt keempat
A
528
569
971
1501
-
-
-
-










Perbedaan yang tampak dari keduanya adalah jumlah gelembung yang dihasilkan. Yaitu pada percobaan dibawah sinar matahari langsung menghasilkan gelembung udara lebih banyak dibandingkan percobaan yg dilakukan di tempat yang teduh atau kurang terkena sinar matahari.
Gelembung yang dihasilkan pada percobaan itu merupakan gas oksigen/O2. Gas ini terbentuk karena proses fotolisis dimana air diuraikan menjadi gas oksigen yang akan muncul berupa gelembung-gelembung dengan persamaan reaksi sebagai berikut:
2H2O(l) 4H+(aq) + O2 (g)
Dari persamaan tersebut nampak dihasilkan molekul gas O2 dari penguraian air.
      Yang menyebabkan terjadinya perbedaan jumlah gelembung pada percobaan di atas adalah:

a. Lama berlangsungnya fotosintesis
Semakin lama waktu yang dibutuhkan, maka semakin banyak gelembung gas oksigen yang dihasilkan karena proses potosintesis akan banyak menghasilkan gas oksigen seiring dengan lamanya waktu fotosintesis.

b. Cahaya matahari
Berdasarkan percobaan di atas, gelembung gas oksigen yang dihasilkan di tempat yang kena sinar matahari akan menghasilkan gas oksigen yang lebih banyak dibandingkan di tempat yang tidak kena sinar matahari.. Hal itu disebabkan karena dalam proses fotosintesis diperlukan cahaya matahari sebagai sumber energi dalam fotosintesis khususnya dalam fotolisis sehingga semakin mendapatkan cahaya maka semakin banyak air yang dipecah dan semakin banyak pula gas oksigen yang dihasilkan.

 Berdasarkan percobaan tentang fotosintesis yang telah dilakukan dapat ditarik kesimpulansebagai berikut:
1.      Dalam proses fotosintesis diperlukan air dan cahaya matahari.
2.      Semakin tinggi intensitas cahaya maka semakin meningkat laju fotosintesisnya.


Tag : Laporan IPA, Laporan Fotosintesis