
Tugas-tugas
Perkembangan usia lanjut (Havighurst)
1.
Menyesuaikan diri dengan menurunnya kekuatan fisik/kesehatan scr bertahap.
2. Menyesuaikan
diri dengan masa kmunduran/ pensiun & berkurangnya pendapatan.
3.
Menyesuaikan diri atas kematian pasangan hidup.
4.
Menjadi anggota kelompok sebaya.
5.
Mengikuti pertemuan-pertemuan sosial dan kewajiban-kewajiban sabagai warga negara.
6.
Membentuk pengaturan kehidupan yang memuaskan.
7.
Menyesuaikan diri dengan peran sosial secara fleksibel.
MENGAPA
JUMLAH PENDUDUK USIA LANJUT MENINGKAT ?
Meningkatnya kondisi sosial
ekonomi, pelayanan kesehatan, perbaikan kesehatan ---> meningkat rata-rata umur harapan hidup dari tahun ke
tahun. Misalnya : Bila pd masa lalu rata-rata penduduk meninggal pd usia 60 tahun
kini usia 65-70 tahun.
Perhatian terhadap Usia Lanjut
·
Awalnya
menjadi garapan ilmu kedokteran yang sangat besar peranannya menjaga kesehatan dg
mempengaruhi proses fisiologis --> umur panjang.
·
Geriatri --> cabang ilmu kedokteran yang memusatkan pada proses
penuaan & hubungan antara usia dengan kondisi kesehatan.
· Gerontologi --> suatu pendekatan ilmiah dari berbagai aspek proses
ketuaan yaitu kesehatan, sosial,ekonomi, perilaku, lingkungan, dll.
KONDISI FISIK
- Proses menjadi tua melalui 3 fase :
(1) Fase progresif
(2) Fase stabil
(3) Fase regresif.
- Secara biologis proses penuaan à menurunnya daya tahan fisik à semakin rentan terhadap serangan berbagai penyakit à kematian.
- Meski kemampuan fisik menurun, sebagian besar lanjut usia sehat dan aktifà kemajuan playanan kesehatan kesehatan, berbusanaà lebih muda.
Gejala kemunduran fisik (Dep. Kes RI 1998) :
1. Kulit mengendur, wajah
berkeriput.
2. Rambut beruban/putih
3. Gigi mulai tanggal
4. Penglihatan & pendengaran
berkurang
5. Mudah lelah
6. Gerakan lamban, kurang lincah
7. Kerampingan tubuh menghilang, timbunan lemak dibagianpPerut &
pinggul.
FUNGSI KOGNITIF
- Menurunnya respon neurologist ---> menurun kemampuan belajar & mengingat.
- Meningkat usia ---> penurunan respon
- Fungsi fisik dan kognitif berpengaruh pada kondisi psikososial.
KEMUNDURAN KOGNITIF (Dep. Kesehatan RI,1998) :
1. Mudah lupa, ingatan tidak
berfungsi dengan baik.
2. Ingatan kepada hal-hal masa
muda lebih baik dp kpd hal2 yg baru terjadi, nama mudah lupa.
3. Orientasi umum & persepsi
terhadap waktu & ruang / tempat mundur, daya ingat, penglihatan mundur.
4. Meski telah banyak pengalaman,
skor IQ lebih rendah.
5. Tidak mudah menerima hal-hal
/ide-ide baru.
PERKEMBANGAN SOSIOEMOSIONAL
Teori Sosial Usia Lanjut
(Lafrancois, 1984) :
a. Teori Disangegement : semakin
tua diikuti secara berangsur-angsur semakin mundurnya interaksi sosial, fisik dan
emosi dengan kehidupan dunia.
b. Teori Activity ---> bertolak belakang à semakin tua semakin
memelihara hubungan sosial, fisik
& emosional nya.
Penyesuaian diri dengan keluarga
& hubungan sosial
1. Hubungan dengan pasangan hidup
2. Perubahan perilaku seksual
3. Hubungan dengan anak
4. Ketergantungan orang tua
5. Hubungan dengan para cucu
CIRI - CIRI KEPUASAN HIDUP LANJUT
USIA :
A. Semangat,
energi untuk berpartisipasi dalam berbagai wilayah kehidupan, suka mengerjakan
sesuatu, antusias.
B. Resolusi dan keteguhan, menerima
tanggung jawab sebagai milik kehidupan pribadinya.
C. Keselarasan antar keinginan
& tujuan yang dicapai.
D. Konsep diri positif, berfikir
tentang dirinya sbg seseorang yang berharga.
E. Suasana hati, menunjukkan
kebahagiaan, optimis, senang dengan hidupnya.
KRITERIA USIA LANJUT BERHASIL (Successful
Aging / Optimal Aging )
1. Fungsi
jantung, kemampuan kognitif, kesehatan mental yang tercermin dari kondisi akhir
usia lanjut.
2. Produktivitas, kondisi
ekonomikà kondisi
kesehatan.
3. Panjang umur sebagai tanda
kesehatan fisik & mental seseorang.
Faktor-faktor sebaagai prediktor bagi umur panjang:
1. Mobilitas fisik : aktif ---> umur panjang.
2. Pendidikan : lebih tinggi ---> lebih panjang
3. Pekerjaan :
profesional/membutuhkan aktivitas fisik relatif kecil ---> umur panjang.
4. Aktivitas : aktif bekerja ---> lebih panjang.
Implikasi dalam Pendidikan :
1. Pentahapan (pacing)
2. Memotivasi & kecemasan
3. Lelah
4. Kesulitan
5. Kesalahan
6. Praktek
7. Umpanbalik
8. Kesesuaian materi
9. Organisasi
10. Relevansi & pengalaman
Perkembangan Peserta Didik Masa Usia Lanjut